Kamis, 07 Februari 2013

Walk with my Be-Bob, don’t worry and stay cool!



Yuhuuu…..pembaca, kali ini aku mau share cerita sedikit tentang pengalamanku bersama sepatuku. Lho kok cerita pengalaman dengan sepatu? Biasa juga cerita pengalaman itu, bersama si dia atau bersama seseorang gitu.. Tapi nggak usah khawatir pemirsa eh pembaca.. Simak deh pengalamanku ini yang kucoba tuangkan dalam bentuk cerita. Jangan lupa komentarnya ya…

Waktu itu adalah bulan-bulan krisis yang kuhadapi. Ikut suami ke tempat kerjanya di sebuah tempat yang bisa disebut pedalaman membutuhkan kekuatan dan ketetapan hati yang sangat. Karena statusnya ikut suami otomatis pada bulan-bulan tersebut aku nggak bekerja alias nganggur. Untungnya sudah bersuami jadi titelnya bukan pengangguran tapi ibu rumah tangga atau IRT. He..3x itu satu keuntungan kalau dah punya suami.

Akhirnya setelah dua bulan lebih sedikit jadi ibu rumah tangga tulen, akhirnya datanglah satu kesempatan bagiku. Ada tawaran kerja menjadi staf pengajar di salah satu akademi kesehatan di kota ini. Oh iya, kota tempat tinggalku itu adalah Wamena. Sebuah kota kecil di pedalaman Papua. Di kota ini segalanya serba mahal. Maklumlah, semua barang yang ada di kota ini didatangkan dengan pesawat. Jadi bayangkan saja sendiri, kalau dengan pesawat berarti harus ada ongkos per kilonya plus keuntungan toko jadilah harga barang yang mahal tadi. Sebenarnya kalau dihitung-hitung secara wajar, taruhlah sebuah sepatu seharga seratus ribu misalnya, maka harganya di Wamena seharusnya seratus lima puluh ribu lah yang wajar. Tapi kenyataan tidak begitu. Sepatu seharga seratus ribu di Jakarta, sampai di Wamena harganya bisa melonjak hingga tiga ratus ribu rupiah. Wow!

Tapi ya sudahlah! Lain kali ada waktu untuk menceritakan kemahalan di Wamena. Kembali ke kesempatan kerja yang kudapat tadi, akhirnya aku mempersiapkan diri untuk datang wawancara. Lokasi akademinya tepat di samping rumah sakit Wamena. Karena waktu itu aku belum punya kendaraan sendiri, aku memilih untuk naik becak. Naik becak? Oh iya, Wamena adalah satu-satunya kota di Papua yang mengandalkan becak sebagai transportasi jarak dekat. Tapi itu dulu. Kalau sekarang ini mungkin ojek sudah banyak jumlahnya. Susahnya naik becak di Wamena adalah kita harus punya mental baja alias berani karena sebagian besar becak di sana boleh dikatakan punya rem yang minimalis. Minimalis artinya bisa ada, bisa juga tidak.

Akupun naik becak menyusuri jalan demi jalan hingga tiba di sebuah perempatan yang ada polisi tidurnya. Becak yang kutumpangi karena remnya yang minimalis tadi tetap melaju kencang. Alhasil aku nyaris terlempar keluar. Untung kakiku cukup kuat menumpu di depan sehingga tak terjatuh. Becak itupun berhenti. Rupanya pelek sebelah kirinya penyok karena menghantam polisi tidur tadi. Aku hanya bisa geleng kepala. Kuangsurkan selembar uang lima ribu dan akupun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

Rupanya karena menumpu tadi kulit sepatuku ada yang terkelupas. Wah gawat nih! Pikirku. Mana mau wawancara lagi! Tapi karena secara keseluruhan sepatu itu masih tampak modis, bekas terkelupas itu tidak terlalu kentara. Berjalan kaki cepat-cepat ternyata tetap nyaman menggunakan sepatu ini. Sejenak kulihat jam tanganku. Hampir pukul 9 pagi. Setengah berlari kumasuki halaman akademi kesehatan itu. Rupanya wawancara akan berlangsung di lantai 2. Waduh! Harus naik tangga. Saat itu rupanya petugas kebersihan sedang mengepel lantai. Pikiranku hanya satu waktu itu: jangan sampai terpeleset dan jatuh. Bukan masalah sakit tapi takut malunya aja. Ternyata dibawa berjalan cepat di lantai yang masih agak basah, sepatuku masih oke. Aku tidak terpeleset dan bisa memulai wawancara kerjaku tepat waktu.

Eh..ngomong-ngomong dari tadi cerita soal sepatu. Sepatu apa sih itu? Merek sepatuku itu Be-Bob. Sudah setahun umurnya tapi masih kinclong. Hak-nya sekitar 5 senti. Walau tidak terlalu tinggi tapi cukup membuatku terlihat tinggi dan percaya diri. Masih ingat dulu kubeli sepatu itu karena rekomendasi temanku yang sudah sering memakai merek Be-Bob. Menurutnya sepatu merek Be-Bob itu kuat dan tahan lama. Memang saat itu aku cuma setengah percaya saja sampai betul-betul kubuktikan dengan tantangan medan yang keras di Wamena.
www.bebobshoes.com
 
Be-Bob mempunyai banyak jenis. Dari mulai sepatu sehari-hari (Fashionable daily shoes), flat shoes, sandal, wedges, sampai high heels. Cara pesannya juga gampang lho! Bisa lewat internet melalui alamat webnya di sini. Sebelum memilih sepatu Be-Bob yang tepat, ada baiknya simak tips berikut ini:

  1. Ada dua jenis bentuk kaki. Ada kaki yang ramping dan ada kaki yang lebar. Sebenarnya mungkin tiga jenis kali ya? Jenis ketiga adalah jenis diantara keduanya. Dibilang ramping nggak tapi dibilang lebar juga tidak.
  2. Kalau kamu memiliki kaki yang ramping, ada baiknya memilih sepatu yang menyempit pada mulut kaki. Juga bisa menggunakan sepatu yang cover sepatunya minim atau agak terbuka di bagian jari-jari.
  3. Untuk kamu yang memiliki kaki lebar, pilihlah sepatu yang mulutnya berbentuk lebar seperti bulat atau kotak. Kebalikan dari pemilik kaki ramping, pemilik kaki lebar justru disarankan menggunakan sepatu yang covernya besar atau panjang. Ini berguna untuk menyamarkan bentuk kaki.

Wah hebat nih tipsnya! Tips di atas itu bukan karanganku lho! Itu diambil dari situsnya Be-Bob tadi. Di situs ini tak hanya tips tapi kita juga bisa melihat-lihat berbagai jenis sepatu koleksi terbaru Be-Bob yang bagus-bagus dan unik-unik. Cara pesannya juga cukup mudah. Tinggal pilih sepatu yang kita inginkan. Klik untuk memperbesar gambar dan kemudian ikuti langkah selanjutnya. Nih, saya copy-kan beberapa langkah untuk memesan sepatu atau sandal di situs Be-Bob:
Need a Be-Bob? Just follow the steps! (Sumber: www.bebobshoes.com)

Oh iya, sampai lupa cerita kelanjutan nasib sepatuku tadi. Setelah setahun lebih bekerja sebagai dosen di akademi kesehatan tersebut, aku akhirnya akhirnya harus pindah lagi ke kota lainnya. Kali ini aku menuju Surabaya. Banyak perpisahan yang harus dilalui sebelum pindah. Ada cerita yang menarik menyangkut nasib sepatuku tadi. Rupanya ada salah satu staf lokal di akademi kesehatan tersebut yang sudah lama “naksir” sepatu Be-Bob ku itu. Ketika tiba saat perpisahan, diapun mengungkapkan isi hatinya tersebut. Aku sih nggak heran, walau sudah agak terkelupas tapi tetap saja sepatu itu masih enak dilihat. Dengan bangga akhirnya kuserahkan sepatu itu. Untung saja ukuran dan tipe kaki kami masih agak mirip. Dibilang ramping tidak, dikatakan lebar juga tidak. Selamat deh bu melanjutkan petualangan setiap hari dengan dengan sepatu Be-Bob itu.

Akhirnya sebelum menutup artikel ini, aku kutipkan kalimat berharga yang kudapat dari situs Be-Bob: Beautiful way to thank your feet as it take you everywhere and to places where you can reach your dream! With Be-Bob Shoes Community. Be Different, Be Passionate!

Jumat, 01 Februari 2013

Bank Mandiri, Kebanggaanku, Kebanggaan Indonesia!


Judul di atas sengaja saya pilih dan tuliskan karena itu benar dan sungguh-sungguh keluar dari hati saya yang paling dalam. Sebagai nasabah bank Mandiri sejak tahun 2002, saya sudah menikmati banyak kemudahan yang diberikan oleh bank Mandiri. Beragam produk unggulannya hingga saat inipun tak kalah dari bank manapun yang beroperasi di Indonesia. Kalau mau saya katakan secara singkat, apapun keinginan saya pasti bisa saya wujudkan dengan bank Mandiri. Nah, ini contoh beberapa produknya yang saya tahu yang coba saya uraikan satu per satu di bawah ini:

Mandiri KTA (Kredit Tanpa Agunan)
Mandiri Kredit Tanpa Agunan adalah kredit perorangan tanpa agunan dari Bank Mandiri untuk berbagai kebutuhan. Segala macam kebutuhan sepanjang kebutuhan itu tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku, kesusilaan dan ketertiban umum, seperti pendidikan, pernikahan, berlibur bersama keluarga, membeli perabotan baru atau melengkapi rumah Anda, dan kebutuhan lainnya dapat diproses kredit melalui bank Mandiri. Limit kredit yang ditawarkan pun beragam, dapat diperoleh minimum sebesar Rp. 5 juta dan maksimum sebesar Rp. 200 juta. Mandiri KTA ini tersedia dalam 5 pilihan jangka waktu antara 12 hingga 36 bulan kecuali KTA Payroll maksimumnya adalah 60 bulan. Semua warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia tercinta ini dapat mengajukan KTA jika memenuhi persyaratan yang dapat dilihat di sini.

Nah, bagi nasabah yang disetujui kreditnya, akan dikenakan biaya pra realisasi kredit sebesar 2-3 % dari limit kredit yang sudah termasuk dengan asuransi jiwa. Semua biaya tersebut langsung dipotong dari kredit yang disetujui tadi. Mudah kan?

Mandiri KPR
Produk berikutnya adalah Mandiri KPR. Ini adalah fasilitas kredit pemilikan rumah dari Bank Mandiri yang diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dijual melalui developer ataupun non developer. Mandiri KPR ini memiliki beragam fitur yang dapat dipilih sesuai kebutuhan Anda. Ada fitur yang menawarkan kredit rumah sekaligus kredit kendaraan bermotor, ada fitur untuk menaikkan limit kredit, ada fitur yang menawarkan fleksibilitas, hingga fitur kredit dengan angsuran berjenjang yang cukup memudahkan nasabah.

Suku bunga yang kompetitif, proses yang cepat dan mudah, uang muka ringan serta jangka waktu kredit yang fleksibel hingga 15 tahun merupakan keunggulan tersendiri dari Mandiri KPR. Selain itu Bank Mandiri telah bekerjasama dengan lebih dari 350 proyek developer di seluruh Indonesia dan tersedia banyak program menarik untuk pembelian rumah di proyek developer tersebut. 

Mandiri Tabungan
Buat apa sih membahas tabungan? Kan, biasa sekali tuh? Paling tidak ada yang menarik alias sama saja dengan tabungan dari bank lain. Mungkin itu pendapat banyak orang kalau membahas masalah tabungan. Tapi tunggu dulu! Simak dulu keuntungan dari tabungan yang satu ini. Mandiri Tabungan adalah simpanan perorangan dalam mata uang rupiah yang memberikan berbagai kemudahan dan keamanan bagi nasabahnya. Dengan setoran awal Rp 50 ribu saja maka anda telah menjadi nasabah bank Mandiri. Belum lagi bicara soal jumlah ATM. Sebagai bank terbesar di Indonesia, bank Mandiri memiliki jaringan ATM yang tersebar luas. Ada 940 ribu ATM berlogo PLUS/ Visa/ Visa Electron baik di Indonesia maupun luar negeri dan ATM BERSAMA serta lebih dari 6 ribu ATM berlogo LINK di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 2.600 ATM Mandiri di seluruh Indonesia. Dukungan kantor cabang Bank Mandiri yang tersebar diseluruh nusantara pun pasti akan memberikan Anda lebih banyak keleluasaan untuk melakukan transaksi perbankan yang Anda kehendaki. 

Apalagi sih keuntungannya? Nih simak ya! Bebas biaya transfer ke rekening lain di bank Mandiri, bunga yang kompetitif dengan sistem bunga rata-rata harian, kesempatan memenangkan banyak hadiah dalam setiap undiannya dan banyak keuntungan lainnya.

Oh iya sebagai nasabah Mandiri Tabungan, Anda akan diberikan Kartu Mandiri. Kartu Mandiri adalah fasilitas kartu dari Tabungan Mandiri/ Giro Rupiah Perorangan yang memberikan Anda keuntungan dan keleluasaan penggunaan layaknya kartu kredit. Tidak perlu repot membawa berbagai macam kartu untuk sekedar tarik tunai, bayar tagihan dan berbelanja. Kartu Mandiri tidak hanya bisa digunakan di dalam negeri saja. Di luar negeri juga bisa lho! Dengan Kartu Mandiri, transaksi berbelanja Anda akan semakin nyaman karena dapat diterima di lebih dari 10 juta tempat di seluruh dunia dan 70 ribu tempat di Indonesia yang berlogo Visa/ Visa electron, dengan melalui fasilitas debit langsung dari rekening sehingga Anda bebas mengatur finansial Anda.

Keuntungan lainnya? Nih simak lagi! Kemudahan untuk melakukan Pembayaran dan Pembelian di ATM Mandiri. Melalui ATM Mandiri, Anda dapat melakukan: Cek saldo rekening, Penarikan tunai, Perubahan PIN Kartu Mandiri, Pembayaran listrik, Pembelian tiket pesawat, Pembayaran rekening HP, isi ualng pulsa, pembayaran kartu kredit, dan berbagai layanan ATM lainnya.
Selain itu dengan Kartu Mandiri, Anda bisa juga mendapatkan fasilitas:
  1.  SMS Banking, Anda dapat memperoleh pemberitahuan otomatis transaksi via sms dan dapat bertransaksi melalui Ponsel Anda
  2.  Call Mandiri, nikmati layanan perbankan Mandiri melalui telpon mamupun ponsel ke 14000 atau (021) 52999 7777 
  3.  Internet Banking Mandiri, nikmati layanan perbankan Mandiri melalui internet di website www.bankmandiri.co.id serta kenyamanan dan kemudahan bertransaksi di seluruh cabang Bank Mandiri.
Sudah dulu bicara produk ah! Walau sebenarnya saya masih ingin bercerita tentang dua produk lainnya yaitu Mandiri Tabungan Rencana dan Mandiri Kartu Kredit, yakini sajalah ya, sudah pasti banyaklah pokoknya keuntungan yang bisa Anda peroleh dengan menjadi nasabah bank Mandiri. Saya sudah merasakan sendiri kok! Pokoknya apapun yang Anda inginkan ya ke Mandiri sajalah! Pasti dijamin lah semua kebutuhan Anda akan terpenuhi jika menjadi nasabah bank Mandiri! Lho kok teriak-teriak sih? He..he..he saking semangatnya nih..

Oh iya, selain itu ada juga kebanggaan lain yang saya rasakan dengan menjadi nasabah bank Mandiri. Sebagai bank terbesar di Indonesia, bank Mandiri tidak melupakan kewajibannya melakukan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Coba lihat sewaktu banjir melanda ibukota Jakarta beberapa waktu lalu yang masih bisa dirasakan dampaknya hingga sekarang, bank Mandiri langsung tanggap memberikan sejumlah bantuan ke pihak yang membutuhkan. Kalau tidak percaya simak saja beritanya atau ulasannya di sini. Program CSR bank Mandiri atau secara BUMN dikenal sebagai Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu pertama, pembentukan komunitas mandiri melalui pelaksanaan program Mandiri Bersama Mandiri yang bertujuan untuk membina kelompok masyarakat/komunitas secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas dan akses. Kedua, pencapaian kemandirian edukasi dan kewirausahaan melalui pelaksanaan program Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) dan Mandiri Peduli Pendidikan yang bertujuan menciptakan pemimpin masa depan yang siap dengan persaingan global. Yang ketiga adalah Penyediaan fasilitas ramah lingkungan melalui pelaksanaan enam program utama yaitu penyediaan sarana penunjang pengadaan air bersih, pengembangan energi terbarukan, penanaman pohon pada lahan kritis, penanaman dan pemeliharaan tumbuhan bakau, pengadaan taman kota dan pengembangan eco wisata.

Wah, makin bangga saja dengan bank Mandiri. Tak salah memang bank Mandiri menyatakan semboyannya “Terdepan, Terpercaya, Tumbuh bersama Anda”. Sukses selalu bank Mandiri. Saya akan selalu menjadi nasabah setiamu!

Rujukan:

Senin, 07 Januari 2013

Perpisahan dengan Puskesmas Assolokobal

Aku dan dokter Lorina

Keluarga besar Puskesmas Assolokobal

Ucapan selamat berpisah dari masyarakat setempat
Ada kerinduan sedikit terbersit melihat kembali beberapa foto ini. Mengingatkanku kembali ke tempat kerja lamaku di Puskesmas Assolokobal, Kabupaten Jayawijaya.

Ada Ibu Naomi, ada dokter Lorina yang kini sudah pindah Puskesmas ke Puskesmas Wamena Kota, dan ada banyak staf lain yang baik-baik.

Bagaimana situasi Puskesmas Assolokobal kini? Mudah-mudahan semakin baik dalam melayani masyarakat yang membutuhkan.

Tuhan memberkati.

Jumat, 04 Januari 2013

Siapa Yang Sebenarnya Layak Disebut Pemimpin Bernyali?


Sebanyak empat pemimpin yang dinilai bernyali (dinilai oleh Mata Najwa dan tim-nya mungkin) dihadirkan dalam talkshow off air “Mata Najwa” yang berlangsung di Baruga AP Pettarani, kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (21/12/2012). Mereka masing-masing Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dahlan Iskan, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Najwa Shihab selaku presenter begitu bersemangat menggali komentar-komentar dari empat tokoh tersebut. “Mata Najwa” Off Air dalam gelaran Metro TV On Campus ini dihadiri oleh ribuan mahasiswa dan masyarakat umum. Bahkan sejumlah mahasiswa terpaksa hanya mendengar dari luar gedung karena tidak kebagian tempat di dalam gedung. Kenapa ya, animo masyarakat dan mahasiswa begitu besar pada acara ini? Saya pribadi – lewat siaran ulang yang saya saksikan semalam – lebih cenderung melihat ada banyak sebab kenapa mereka begitu tinggi minatnya dalam menghadiri acara ini.
Sumber: celebesonline.com
Pertama, dua dari empat tokoh adalah tokoh yang berasal dari Makassar. Tampak jelas logat dan bahasa Makassar diucapkan oleh Jusuf Kalla namun tidak terlalu kentara diucapkan oleh Abraham Samad.
Kedua, mungkin memang ini adalah saat dimana masyarakat dan mahasiswa sudah sangat tinggi kerinduan dan hasratnya untuk melihat tampilnya tokoh-tokoh baru. Tokoh-tokoh yang dinilai bersih dan punya gebrakan.
Sayangnya pembahasan akan “nyali” tadi ujung-ujungnya dikaitkan dengan soal “nyapres”. Maklumlah, tiga dari empat tokoh yang dihadirkan disebut-sebut akan meramaikan bursa “nyapres” tahun 2014 nanti. Ketika sibuk bicara soal “nyapres” tinggallah Abraham Samad terbengong-bengong tidak diajak bicara. Ketiga tokoh yang masih “malu-malu” menyatakan akan “nyapres” tadi malah sibuk mendukung satu sama lain. Bahkan Dahlan Iskan sempat menyanyikan sebait lagu bertajuk “Aku rela…” jika akhirnya Jusuf Kalla maju sebagai calon presiden. Mahfud MD sendiri menyatakan belum saatnya bagi dia untuk maju sebagai capres namun – dengan logat Madura yang akhirnya keluar juga – tak membantah kenyataan yang terjadi bahwa telah banyak partai yang “melamar”nya.
Jusuf Kalla sempat melontarkan pernyataan yang agak sedikit melecehkan, menurut saya, ketika bicara soal orang nomor satu di negeri ini. Bagaimana mau berlari jika yang didepan masih berjalan. Walau akhirnya beliau sempat tersadar dan berusaha meralat ucapannya dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukannya selama masih menjabat wapres dulu sudah didiskusikan dengan SBY dan apa yang dilakukannya mempunyai perintah tertulis dari SBY sebagai dasar tindakannya. Hanya saja orang yang melihat kalau kelihatannya wapres saat itu bergerak lebih cepat dari SBY.
Pernyataan Jusuf Kalla disambut oleh lelucon tak lucu dari Dahlan Iskan, “Kenapa ban belakang mobil lebih cepat aus dari ban depan? Karena ban belakang selalu berpikir bagaimana caranya melewati ban depan dan nggak pernah kesampaian”. Nggak lucu!
Memang tak dapat dipungkiri kalau pemerintahan SBY sangat banyak cacat dan celanya. Namun kadang orang lupa melihat sisi baiknya. Kita sebagai rakyat bisa memilih presiden secara langsung dalam suasana demokrasi yang “melebihi” Amerika. Rakyat Amerika saja tidak memilih langsung presidennya kok! Coba lihat pemilihan presiden Amerika yang lalu, berapa jumlah suara Obama dibanding Romney?
Apa yang dimiliki SBY yang tidak terlihat pada ketiga tokoh itu? Menurut saya adalah wibawa. Gaya bicara ketiganya, sikap bicara, dan tutur kata mereka menurut saya tidak bisa dikatakan sebagai pemimpin. Wibawa ini menurut saya justru dimiliki oleh Abraham Samad. Ketika Abraham Samad bicara, justru saya melihatnya sangat berwibawa. Tidak cengangas-cengenges atau sambil tergelak-gelak ketika bicara seperti yang diperlihatkan ketiga tokoh lainnya.
Saya pribadi juga ingin pemerintahan SBY segera berakhir pada saatnya nanti, namun saya juga ingin ada tokoh yang benar-benar baik yang bisa menggantikannya. Selama ini tokoh-tokoh yang “nyapres” tadi adalah tokoh-tokoh yang dibesarkan oleh media. Berbuat sedikit, langsung diekspos oleh media secara besar-besaran.
Hmm.. kembali ke soal bernyali tadi, siapa diantara ke-empatnya yang layak disebut paling bernyali? Menurut saya Abraham Samad yang paling pantas disebut pemimpin bernyali jika dibandingkan diantara empat tokoh tersebut.
Kalau saja tokoh-tokohnya diperluas dengan mengikutkan Jokowi, misalnya. Atau menambahkan Anis Baswedan. Atau Ahok sekalian. Tambah lagi dengan Tri Rismaharini (walikota Surabaya), Fadel Muhammad, dan masih banyak tokoh lainnya, pastilah saya akan kebingungan memilihnya. Seberapakah nyali mereka dibanding dengan gebrakan Jokowi-Ahok atau Fadel ketika masih memimpin di Gorontalo? Pemimpin bernyali adalah pemimpin yang melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan dalam posisinya saat itu secara benar, tidak peduli apakah itu nantinya akan diliput oleh media ataupun tidak.
Ada sedikit kebanggaan di hati saya ketika SBY bertemu Obama. Mereka bersanding podium dan berbicara. Saya membayangkan kalau ketiga tokoh tadi (Dahlan, Mahfud, atau JK) yang ada di podium itu, kok kayaknya nggak pas ya?
Yuk, cermati dengan baik latar belakang calon pemimpin kita. Media harusnya netral, bisa membuka lebar-lebar latar belakang si calon tanpa ada yang perlu ditutupi. Tapi kayaknya susah ya? Wong, sebagian juga pemilik media (geleng-geleng).
Kekuatan bangsa ini saat ini ada di kaum menengah. Sebagian besar kaum menengah bisa mengakses beragam informasi. Terbiasa “melahap” media cetak dan media elektronik. Ayo tunjukkan kalau kita (kaum menengah) nantinya bisa memilih pemimpin yang benar-benar baik.

Kamis, 20 Desember 2012

Swanggi Penunggu Mata Air dan Pureit


Air terjun di kampung Soba itu sangat indah sekali. Airnya dingin dan terasa menyegarkan ketika kita mandi di situ atau sekedar berendam saja. Menuju ke Soba lumayan sulit. Harus berjalan kaki selama kurang lebih 3 (tiga) hari dari Wamena (Papua) atau jika ingin cepat bisa mencarter pesawat AMA atau MAF dengan harga yang cukup mahal (sekitar 7 – 9 juta). Soba sendiri dengan adanya pemekaran wilayah telah tumbuh menjadi sebuah distrik (kecamatan) walau sebenarnya infrastrukturnya masih belum siap.

Menuju ke puncak air terjun jalannya agak sulit dan licin. Di sepanjang jalan kita bisa menemukan beberapa mata air. Salah satu mata air yang cukup besar adalah mata air Soba. Mata air ini bersama mata air-mata air lainnya membentuk aliran sungai yang akhirnya menjadi air terjun Soba.

Yang menarik adalah mengenai upaya masyarakat di wilayah itu untuk melestarikan mata air tersebut. Dahulu kala menurut masyarakat setempat, adalah seorang kepala desa bernama Pahabol yang gigih dan tak mau kompromi untuk melestarikan mata air tersebut. Tidak ada satu pohonpun di sekitar mata air yang boleh ditebang. Selain itu ada beberapa orang yang ditunjuk untuk merawat mata air tersebut terutama untuk membersihkan daun-daun yang jatuh ke dalam aliran mata air.

Ini ilustrasi saja. Sumber: www.protectyouthsports.com  
Nah, ketika kepala desa tersebut meninggal, katanya di sempat bersumpah untuk tetap menjaga mata air tersebut. Kalau perlu katanya, dengan menjadi Swanggi untuk menunggui mata air dan membuat celaka orang-orang yang merusak mata air. Swanggi adalah kata lain dari hantu yang digunakan dalam bahasa setempat. Konon katanya, jika ada orang yang menebang pohon di pinggiran mata air, maka pasti akan ada salah satu anggota keluarganya yang celaka atau tiba-tiba mendadak sakit.

Sayangnya semakin ke hilir, aliran mata air ini mulai tercemari dengan berbagai bahan kontaminan seiring dengan berubahnya budaya masyarakat. Mulai  busa sabun di pinggir aliran mata air hingga limbah kotoran manusia dan hewan mulai tampak bermunculan. Ini yang menjadi masalah baru untuk kesehatan masyarakat setempat yang mungkin belum muncul di masa lalu. Ternyata air yang berlimpah tidak dibarengi dengan fasilitas sanitasi yang baik.

Dalam pidato pembukaannya pada Third East Asia Ministerial Conference on Sanitation and Hygiene di bulan September lalu (The Jakarta Globe, 11 September 2012), Menkes Nafsiah Mboi menyatakan bahwa  sekitar 55 persen penduduk Indonesia tidak memiliki akses terhadap sanitasi, sementara 43 persen tidak memiliki akses ke air bersih. Dan dia juga menambahkan bahwa ada sekitar 109 juta jiwa yang hidup tanpa keduanya (air bersih dan sanitasi). Wah..wah..!

Dalam pertemuan yang sama, Athula Kahandaliyanage, direktur pembangunan berkelanjutan di kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia untuk Asia Tenggara, menunjukkan bahwa penyakit diare adalah penyebab utama kedua kematian pada anak di bawah lima tahun dan bertanggung jawab untuk membunuh 1,5 juta anak setiap tahun di seluruh dunia.

Penyakit diare inilah yang terlihat mulai marak di daerah yang sangat terpencil di Papua termasuk di Soba. Sayangnya pengetahuan masyarakat setempat masih terbatas mengenai hal ini. Puskesmas yang jarang buka, tenaga kesehatan yang terbatas menjadi faktor utama terbatasnya informasi di daerah ini mengenai kesehatan.

Sebenarnya mudah saja untuk mengatasi agar mata air tidak tercemar. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik pipanisasi langsung dari mata air. Selain itu perlu diberikan penyadaran akan pentingnya tempat khusus untuk BAB alias Buang Air Besar sehingga tidak ada lagi BAB sembarang yang mencemari aliran air.

4 tahap pemurnian air oleh Pureit. Sumber: www.pureitwater.com/ID/

Kelengkapan perlindungan tambahan Pureit. Sumber: www.pureitwater.com/ID/
Nah, untuk mata air yang dialirkan melalui pipa dan keluar melalui keran bisa dijamin kebersihannya dengan menggunakan teknologi Pureit. Pureit bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian air dan “Teknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Pureit juga sangat praktis digunakan. Tinggal menuang air tanah ke dalam wadah atas melalui saringan serat mikro maka air akan tersaring melalui 4 tahap pemurnian air. Kapasitas wadahnya juga cukup besar (wadah atas 9 Liter dan wadah transparan 9 Liter) membuatnya cukup untuk kebutuhan satu keluarga. Yang paling penting lagi, Pureit tidak memerlukan listrik atau gas sehingga benar-benar cocok untuk digunakan di daerah seperti ini. Tidak hanya itu, Pureit juga dilengkapi dengan mekanisme perlindungan tambahan. Ada indikator sederhana untuk mengetahui kapan alat “germkill” harus diganti. Jika alat ini tidak diganti pada waktunya, maka air akan berhenti mengalir. Ini akan menjamin seluruh anggota keluarga meminum air yang aman. Saya yakin dengan Pureit pasti konsumsi air bersih yang cukup ekonomis akan meningkat sehingga mau tidak mau akan menurunkan angka kejadian diare di daerah ini.

Tiba-tiba ada suara gaduh dari sebelah rumah tempatku menginap. Seorang warga bernama Obed tiba-tiba jatuh pingsan saat memasuki rumah sepulang dari berkebun. Selidik punya selidik, dari temannya kemudian diketahui bahwa dia telah mematahkan beberapa dahan pohon di pinggir mata air. Temannya sudah melarang tapi dia tetap nekad. Obed terlihat kejang-kejang dengan mulut sedikit mengeluarkan busa. Orang-orang tampak menggumamkan sesuatu. “Pahabol…Pahabol”, hanya itu yang bisa saya tangkap dari bisikan dan gumam mereka. Rupanya betul ada swanggi penunggu mata air. Ihhh… serem ah…!”.