Besok (01 Juni 2013) usiaku genap 30 tahun. Genap karena memang 30 adalah
angka genap. Tapi memang kalau bicara soal usia tak ada yang mengatakan kalau
usianya ganjil. Pasti selalu genap. Hari ini kota Surabaya di mana aku bernaung
genap berusia 720 tahun. Sudah tua juga ya kota ini? Tapi tetap saja makin tua
makin semrawut bukan makin baik. Anak-anak jalanan makin banyak di tiap sudut
lampu merah. Lho kok malah ngomongin Surabaya?
Kembali ke laptop! Usia 30 tahun merupakan usia yang
membuatku deg-degan. Kenapa? Karena kepalanya sudah berubah. Selama ini aku
berusia kepala dua. Enteng saja mengatakan ke orang-orang kalau usiaku masih
kepala dua. Lha sekarang? Hiks! Kepala tiga!
Tapi tak ada yang perlu disesali dan memang mencapai usia
ini dengan segala berkat penyertanya selalu membuatku kagum. Kagum akan
kasihNya yang begitu besar buatku. Buat aku dan suamiku. Buat kami sekeluarga.
Buat kamu juga ya nak ya? Ya cakep ya… Aku melihat ke perutku yang semakin
besar. Kali ini aku bangga dengan perut yang membesar. Ada anakku di situ.
Kebahagiaan besar buatku dan suamiku ya karena anak ini. Anak yang kami
perjuangkan dengan susah payah. Anak yang datang berita gembiranya saat ulang
tahun suamiku yang ke 36. Padahal, dulu suamiku sempat stress. Usianya sudah
tiga puluh enam tapi belum ada pencapaian. Pencapaian? Aku tahulah maksudnya.
Pasti ujung-ujungnya anak. Sudah tiga tahun berumah tangga jika belum
dikaruniai anak pasti merupakan beban tersendiri baginya.
Yang jelas aku senang bisa mencapai usia ini. Usia 30. Aku
hanya bisa tersenyum-senyum sekarang. Saat anakku besar nanti mudah-mudahan
tulisan ini masih ada. Nanti kalau kamu baca nak, jangan ketawain mama ya..
Ngomong-ngomong nak, kamu laki-laki atau perempuan ya? Ah, biarlah itu
rahasiamu saja nak. Papamu pengen banget kamu perempuan. Tapi aku agak khawatir
juga sama opung borumu di Jakarta. Kayaknya dia pengen kamu laki-laki. Bingung
ya nak? Nggak usah bingung nak. Kamu laki-laki atau perempuan, papa dan mama
sayang sama kamu. Kamu anak kebanggaan papa dan mama.
Eh, btw apa dong yang baru di usia 30? Kan judulnya gitu?
Yah, yang baru adalah persiapanku menyongsong kedatangan si cakep bulan
November nanti. Yang baru adalah perasaan yang kurasakan tiap pagi. Bahagia
sekali setiap aku mengelus perutku. Berkomunikasi dengan anakku. Papanya sih
kelihatan sedikit cuek. Tapi aku tahu dia pasti nanti lebih sayang sama si
cakep. Janga-jangan suamiku bakal nggak tidur deh, seharian mandangin si cakep
terusss..
Akhirnya, segala hal yang telah terjadi dan akan terjadi ke
depan, semuanya itu patut disyukuri. Terimakasih Tuhan atas kebaikanMu.
Terimakasih karena memperbaharui cinta kami hari demi hari semakin indah dengan
berkat keturunan ini. Mampukan kami untuk menjaganya dengan baik. Mampukan kami
untuk bersiap menjadi orang tua yang baik.
Duh, lapar lagi nih..(bawaan bumil) makan dulu sana.. ada brownis dan daging
goreng sedap tuh…
Yuhuuu…..pembaca, kali ini aku mau share cerita sedikit
tentang pengalamanku bersama sepatuku. Lho kok cerita pengalaman dengan sepatu?
Biasa juga cerita pengalaman itu, bersama si dia atau bersama seseorang gitu..
Tapi nggak usah khawatir pemirsa eh pembaca.. Simak deh pengalamanku ini yang
kucoba tuangkan dalam bentuk cerita. Jangan lupa komentarnya ya…
Waktu itu adalah bulan-bulan krisis yang kuhadapi. Ikut
suami ke tempat kerjanya di sebuah tempat yang bisa disebut pedalaman
membutuhkan kekuatan dan ketetapan hati yang sangat. Karena statusnya ikut
suami otomatis pada bulan-bulan tersebut aku nggak bekerja alias nganggur.
Untungnya sudah bersuami jadi titelnya bukan pengangguran tapi ibu rumah tangga
atau IRT. He..3x itu satu keuntungan kalau dah punya suami.
Akhirnya setelah dua bulan lebih sedikit jadi ibu rumah
tangga tulen, akhirnya datanglah satu kesempatan bagiku. Ada tawaran kerja
menjadi staf pengajar di salah satu akademi kesehatan di kota ini. Oh iya, kota
tempat tinggalku itu adalah Wamena. Sebuah kota kecil di pedalaman Papua. Di
kota ini segalanya serba mahal. Maklumlah, semua barang yang ada di kota ini
didatangkan dengan pesawat. Jadi bayangkan saja sendiri, kalau dengan pesawat
berarti harus ada ongkos per kilonya plus keuntungan toko jadilah harga barang
yang mahal tadi. Sebenarnya kalau dihitung-hitung secara wajar, taruhlah sebuah
sepatu seharga seratus ribu misalnya, maka harganya di Wamena seharusnya
seratus lima puluh ribu lah yang wajar. Tapi kenyataan tidak begitu. Sepatu seharga
seratus ribu di Jakarta, sampai di Wamena harganya bisa melonjak hingga tiga
ratus ribu rupiah. Wow!
Tapi ya sudahlah! Lain kali ada waktu untuk menceritakan
kemahalan di Wamena. Kembali ke kesempatan kerja yang kudapat tadi, akhirnya
aku mempersiapkan diri untuk datang wawancara. Lokasi akademinya tepat di
samping rumah sakit Wamena. Karena waktu itu aku belum punya kendaraan sendiri,
aku memilih untuk naik becak. Naik becak? Oh iya, Wamena adalah satu-satunya
kota di Papua yang mengandalkan becak sebagai transportasi jarak dekat. Tapi
itu dulu. Kalau sekarang ini mungkin ojek sudah banyak jumlahnya. Susahnya naik
becak di Wamena adalah kita harus punya mental baja alias berani karena
sebagian besar becak di sana boleh dikatakan punya rem yang minimalis.
Minimalis artinya bisa ada, bisa juga tidak.
Akupun naik becak menyusuri jalan demi jalan hingga tiba di
sebuah perempatan yang ada polisi tidurnya. Becak yang kutumpangi karena remnya
yang minimalis tadi tetap melaju kencang. Alhasil aku nyaris terlempar keluar. Untung
kakiku cukup kuat menumpu di depan sehingga tak terjatuh. Becak itupun
berhenti. Rupanya pelek sebelah kirinya penyok karena menghantam polisi tidur
tadi. Aku hanya bisa geleng kepala. Kuangsurkan selembar uang lima ribu dan
akupun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.
Rupanya karena menumpu tadi kulit sepatuku ada yang
terkelupas. Wah gawat nih! Pikirku. Mana mau wawancara lagi! Tapi karena secara
keseluruhan sepatu itu masih tampak modis, bekas terkelupas itu tidak terlalu
kentara. Berjalan kaki cepat-cepat ternyata tetap nyaman menggunakan sepatu
ini. Sejenak kulihat jam tanganku. Hampir pukul 9 pagi. Setengah berlari
kumasuki halaman akademi kesehatan itu. Rupanya wawancara akan berlangsung di
lantai 2. Waduh! Harus naik tangga. Saat itu rupanya petugas kebersihan sedang
mengepel lantai. Pikiranku hanya satu waktu itu: jangan sampai terpeleset dan
jatuh. Bukan masalah sakit tapi takut malunya aja. Ternyata dibawa berjalan
cepat di lantai yang masih agak basah, sepatuku masih oke. Aku tidak terpeleset
dan bisa memulai wawancara kerjaku tepat waktu.
Eh..ngomong-ngomong dari tadi cerita soal sepatu. Sepatu apa
sih itu? Merek sepatuku itu Be-Bob. Sudah setahun umurnya tapi masih kinclong.
Hak-nya sekitar 5 senti. Walau tidak terlalu tinggi tapi cukup membuatku
terlihat tinggi dan percaya diri. Masih ingat dulu kubeli sepatu itu karena
rekomendasi temanku yang sudah sering memakai merek Be-Bob. Menurutnya sepatu
merek Be-Bob itu kuat dan tahan lama. Memang saat itu aku cuma setengah percaya
saja sampai betul-betul kubuktikan dengan tantangan medan yang keras di Wamena.
www.bebobshoes.com
Be-Bob mempunyai banyak jenis. Dari mulai sepatu sehari-hari
(Fashionable daily shoes), flat shoes, sandal, wedges, sampai high heels. Cara
pesannya juga gampang lho! Bisa lewat internet melalui alamat webnya di sini.
Sebelum memilih sepatu Be-Bob yang tepat, ada baiknya simak tips berikut ini:
Ada dua jenis bentuk kaki. Ada kaki yang ramping dan ada
kaki yang lebar. Sebenarnya mungkin tiga jenis kali ya? Jenis ketiga adalah
jenis diantara keduanya. Dibilang ramping nggak tapi dibilang lebar juga tidak.
Kalau kamu memiliki kaki yang ramping, ada baiknya memilih
sepatu yang menyempit pada mulut kaki. Juga bisa menggunakan sepatu yang cover
sepatunya minim atau agak terbuka di bagian jari-jari.
Untuk kamu yang memiliki kaki lebar, pilihlah sepatu yang
mulutnya berbentuk lebar seperti bulat atau kotak. Kebalikan dari pemilik kaki
ramping, pemilik kaki lebar justru disarankan menggunakan sepatu yang covernya
besar atau panjang. Ini berguna untuk menyamarkan bentuk kaki.
Wah hebat nih tipsnya! Tips di atas itu bukan karanganku
lho! Itu diambil dari situsnya Be-Bob tadi. Di situs ini tak hanya tips tapi
kita juga bisa melihat-lihat berbagai jenis sepatu koleksi terbaru Be-Bob yang
bagus-bagus dan unik-unik. Cara pesannya juga cukup mudah. Tinggal pilih sepatu
yang kita inginkan. Klik untuk memperbesar gambar dan kemudian ikuti langkah
selanjutnya. Nih, saya copy-kan beberapa langkah untuk memesan sepatu atau
sandal di situs Be-Bob:
Oh iya, sampai lupa cerita kelanjutan nasib sepatuku tadi.
Setelah setahun lebih bekerja sebagai dosen di akademi kesehatan tersebut, aku
akhirnya akhirnya harus pindah lagi ke kota lainnya. Kali ini aku menuju
Surabaya. Banyak perpisahan yang harus dilalui sebelum pindah. Ada cerita yang
menarik menyangkut nasib sepatuku tadi. Rupanya ada salah satu staf lokal di
akademi kesehatan tersebut yang sudah lama “naksir” sepatu Be-Bob ku itu.
Ketika tiba saat perpisahan, diapun mengungkapkan isi hatinya tersebut. Aku sih
nggak heran, walau sudah agak terkelupas tapi tetap saja sepatu itu masih enak
dilihat. Dengan bangga akhirnya kuserahkan sepatu itu. Untung saja ukuran dan
tipe kaki kami masih agak mirip. Dibilang ramping tidak, dikatakan lebar juga
tidak. Selamat deh bu melanjutkan petualangan setiap hari dengan dengan sepatu
Be-Bob itu.
Akhirnya sebelum menutup artikel ini, aku kutipkan kalimat
berharga yang kudapat dari situs Be-Bob: Beautiful way to thank your feet as it
take you everywhere and to places where you can reach your dream! With Be-Bob
Shoes Community. Be Different, Be Passionate!
Judul di atas sengaja saya pilih dan tuliskan karena itu
benar dan sungguh-sungguh keluar dari hati saya yang paling dalam. Sebagai
nasabah bank Mandiri sejak tahun 2002, saya sudah menikmati banyak kemudahan
yang diberikan oleh bank Mandiri. Beragam produk unggulannya hingga saat inipun
tak kalah dari bank manapun yang beroperasi di Indonesia. Kalau mau saya katakan
secara singkat, apapun keinginan saya pasti bisa saya wujudkan dengan bank
Mandiri. Nah, ini contoh beberapa produknya yang saya tahu yang coba saya
uraikan satu per satu di bawah ini:
Mandiri KTA (Kredit Tanpa Agunan)
Mandiri Kredit Tanpa Agunan adalah kredit perorangan tanpa
agunan dari Bank Mandiri untuk berbagai kebutuhan. Segala macam kebutuhan
sepanjang kebutuhan itu tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku,
kesusilaan dan ketertiban umum, seperti pendidikan, pernikahan, berlibur
bersama keluarga, membeli perabotan baru atau melengkapi rumah Anda, dan
kebutuhan lainnya dapat diproses kredit melalui bank Mandiri. Limit kredit yang
ditawarkan pun beragam, dapat diperoleh minimum sebesar Rp. 5 juta dan maksimum
sebesar Rp. 200 juta. Mandiri KTA ini tersedia dalam 5 pilihan jangka waktu
antara 12 hingga 36 bulan kecuali KTA Payroll maksimumnya adalah 60 bulan.
Semua warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia tercinta ini dapat
mengajukan KTA jika memenuhi persyaratan yang dapat dilihat di sini.
Nah, bagi nasabah yang disetujui kreditnya, akan dikenakan
biaya pra realisasi kredit sebesar 2-3 % dari limit kredit yang sudah termasuk
dengan asuransi jiwa. Semua biaya tersebut langsung dipotong dari kredit yang
disetujui tadi. Mudah kan?
Mandiri KPR
Produk berikutnya adalah Mandiri
KPR. Ini adalah fasilitas kredit pemilikan rumah dari Bank Mandiri yang
diberikan kepada perorangan untuk keperluan pembelian rumah
tinggal/apartemen/ruko/rukan yang dijual melalui developer ataupun non developer.
Mandiri KPR ini memiliki beragam fitur yang dapat dipilih sesuai kebutuhan
Anda. Ada fitur yang menawarkan kredit rumah sekaligus kredit kendaraan
bermotor, ada fitur untuk menaikkan limit kredit, ada fitur yang menawarkan
fleksibilitas, hingga fitur kredit dengan angsuran berjenjang yang cukup
memudahkan nasabah.
Suku bunga yang kompetitif, proses yang cepat dan mudah,
uang muka ringan serta jangka waktu kredit yang fleksibel hingga 15 tahun
merupakan keunggulan tersendiri dari Mandiri KPR. Selain itu Bank Mandiri telah
bekerjasama dengan lebih dari 350 proyek developer di seluruh Indonesia dan
tersedia banyak program menarik untuk pembelian rumah di proyek developer
tersebut.
Mandiri Tabungan
Buat apa sih membahas tabungan? Kan,
biasa sekali tuh? Paling tidak ada yang menarik alias sama saja dengan tabungan
dari bank lain. Mungkin itu pendapat banyak orang kalau membahas masalah
tabungan. Tapi tunggu dulu! Simak dulu keuntungan dari tabungan yang satu ini. Mandiri
Tabungan adalah simpanan perorangan dalam mata uang rupiah yang memberikan
berbagai kemudahan dan keamanan bagi nasabahnya. Dengan setoran awal Rp
50 ribu saja maka anda telah menjadi nasabah bank Mandiri. Belum lagi bicara
soal jumlah ATM. Sebagai bank terbesar di Indonesia, bank Mandiri memiliki
jaringan ATM yang tersebar luas. Ada 940 ribu ATM berlogo PLUS/ Visa/ Visa
Electron baik di Indonesia maupun luar negeri dan ATM BERSAMA serta lebih dari
6 ribu ATM berlogo LINK di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 2.600 ATM
Mandiri di seluruh Indonesia. Dukungan kantor cabang Bank Mandiri yang tersebar
diseluruh nusantara pun pasti akan memberikan Anda lebih banyak keleluasaan
untuk melakukan transaksi perbankan yang Anda kehendaki.
Apalagi sih keuntungannya? Nih simak ya! Bebas biaya
transfer ke rekening lain di bank Mandiri, bunga yang kompetitif dengan sistem
bunga rata-rata harian, kesempatan memenangkan banyak hadiah dalam setiap
undiannya dan banyak keuntungan lainnya.
Oh iya sebagai nasabah Mandiri Tabungan, Anda akan diberikan
Kartu Mandiri. Kartu Mandiri adalah fasilitas kartu dari Tabungan Mandiri/ Giro
Rupiah Perorangan yang memberikan Anda keuntungan dan keleluasaan penggunaan
layaknya kartu kredit. Tidak perlu repot membawa berbagai macam kartu untuk
sekedar tarik tunai, bayar tagihan dan berbelanja. Kartu Mandiri tidak hanya
bisa digunakan di dalam negeri saja. Di luar negeri juga bisa lho! Dengan Kartu
Mandiri, transaksi berbelanja Anda akan semakin nyaman karena dapat diterima di
lebih dari 10 juta tempat di seluruh dunia dan 70 ribu tempat di Indonesia yang
berlogo Visa/ Visa electron, dengan melalui fasilitas debit langsung dari
rekening sehingga Anda bebas mengatur finansial Anda.
Keuntungan lainnya? Nih simak lagi! Kemudahan untuk
melakukan Pembayaran dan Pembelian di ATM Mandiri. Melalui ATM Mandiri, Anda
dapat melakukan: Cek saldo rekening, Penarikan tunai, Perubahan PIN Kartu
Mandiri, Pembayaran listrik, Pembelian tiket pesawat, Pembayaran rekening HP, isi
ualng pulsa, pembayaran kartu kredit, dan berbagai layanan ATM lainnya.
Selain itu dengan Kartu Mandiri, Anda bisa juga mendapatkan
fasilitas:
SMS Banking, Anda dapat memperoleh pemberitahuan otomatis
transaksi via sms dan dapat bertransaksi melalui Ponsel Anda
Call Mandiri, nikmati layanan perbankan Mandiri melalui
telpon mamupun ponsel ke 14000 atau (021) 52999 7777
Internet Banking Mandiri, nikmati layanan perbankan Mandiri
melalui internet di website www.bankmandiri.co.id serta kenyamanan dan
kemudahan bertransaksi di seluruh cabang Bank Mandiri.
Sudah dulu bicara produk
ah! Walau sebenarnya saya masih ingin bercerita tentang dua produk lainnya
yaitu Mandiri Tabungan Rencana dan Mandiri Kartu Kredit, yakini sajalah ya, sudah
pasti banyaklah pokoknya keuntungan yang bisa Anda peroleh dengan menjadi
nasabah bank Mandiri. Saya sudah merasakan sendiri kok! Pokoknya apapun yang
Anda inginkan ya ke Mandiri sajalah! Pasti dijamin lah semua kebutuhan Anda
akan terpenuhi jika menjadi nasabah bank Mandiri! Lho kok teriak-teriak sih? He..he..he saking semangatnya nih..
Oh iya, selain itu ada
juga kebanggaan lain yang saya rasakan dengan menjadi nasabah bank Mandiri.
Sebagai bank terbesar di Indonesia, bank Mandiri tidak melupakan kewajibannya
melakukan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social
responsibility). Coba lihat sewaktu banjir melanda ibukota Jakarta beberapa
waktu lalu yang masih bisa dirasakan dampaknya hingga sekarang, bank Mandiri
langsung tanggap memberikan sejumlah bantuan ke pihak yang membutuhkan. Kalau
tidak percaya simak saja beritanya atau ulasannya di sini. Program CSR bank
Mandiri atau secara BUMN dikenal sebagai Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL) dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yaitu pertama,
pembentukan komunitas mandiri melalui pelaksanaan program Mandiri
Bersama Mandiri yang bertujuan untuk membina kelompok masyarakat/komunitas
secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrastruktur, kapabilitas dan akses. Kedua,
pencapaian kemandirian edukasi dan kewirausahaan melalui pelaksanaan program
Wirausaha Muda Mandiri (WMM), Mandiri Young Technopreneur (MYT) dan Mandiri
Peduli Pendidikan yang bertujuan menciptakan pemimpin masa depan yang siap
dengan persaingan global. Yang ketiga adalah Penyediaan fasilitas ramah lingkungan
melalui pelaksanaan enam program utama yaitu penyediaan sarana penunjang
pengadaan air bersih, pengembangan energi terbarukan, penanaman pohon pada
lahan kritis, penanaman dan pemeliharaan tumbuhan bakau, pengadaan taman kota
dan pengembangan eco wisata.
Wah, makin bangga saja
dengan bank Mandiri. Tak salah memang bank Mandiri menyatakan semboyannya “Terdepan,
Terpercaya, Tumbuh bersama Anda”. Sukses selalu bank Mandiri. Saya akan selalu
menjadi nasabah setiamu!
Ada kerinduan sedikit terbersit melihat kembali beberapa foto ini. Mengingatkanku kembali ke tempat kerja lamaku di Puskesmas Assolokobal, Kabupaten Jayawijaya.
Ada Ibu Naomi, ada dokter Lorina yang kini sudah pindah Puskesmas ke Puskesmas Wamena Kota, dan ada banyak staf lain yang baik-baik.
Bagaimana situasi Puskesmas Assolokobal kini? Mudah-mudahan semakin baik dalam melayani masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak empat pemimpin yang
dinilai bernyali (dinilai oleh Mata Najwa dan tim-nya mungkin) dihadirkan dalam
talkshow off air “Mata Najwa” yang berlangsung di Baruga AP Pettarani, kampus
Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Jumat (21/12/2012). Mereka
masing-masing Wakil Presiden RI periode 2004-2009 Jusuf Kalla, Ketua Mahkamah
Konstitusi Mahfud MD, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dahlan
Iskan, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad. Najwa Shihab
selaku presenter begitu bersemangat menggali komentar-komentar dari empat tokoh
tersebut. “Mata Najwa” Off Air dalam gelaran Metro TV On Campus ini dihadiri oleh
ribuan mahasiswa dan masyarakat umum. Bahkan sejumlah mahasiswa terpaksa hanya
mendengar dari luar gedung karena tidak kebagian tempat di dalam gedung. Kenapa
ya, animo masyarakat dan mahasiswa begitu besar pada acara ini? Saya pribadi –
lewat siaran ulang yang saya saksikan semalam – lebih cenderung melihat ada banyak
sebab kenapa mereka begitu tinggi minatnya dalam menghadiri acara ini.
Sumber: celebesonline.com
Pertama, dua dari empat tokoh
adalah tokoh yang berasal dari Makassar. Tampak jelas logat dan bahasa Makassar
diucapkan oleh Jusuf Kalla namun tidak terlalu kentara diucapkan oleh Abraham
Samad.
Kedua, mungkin memang ini adalah
saat dimana masyarakat dan mahasiswa sudah sangat tinggi kerinduan dan
hasratnya untuk melihat tampilnya tokoh-tokoh baru. Tokoh-tokoh yang dinilai
bersih dan punya gebrakan.
Sayangnya pembahasan akan “nyali”
tadi ujung-ujungnya dikaitkan dengan soal “nyapres”. Maklumlah, tiga dari empat
tokoh yang dihadirkan disebut-sebut akan meramaikan bursa “nyapres” tahun 2014
nanti. Ketika sibuk bicara soal “nyapres” tinggallah Abraham Samad
terbengong-bengong tidak diajak bicara. Ketiga tokoh yang masih “malu-malu”
menyatakan akan “nyapres” tadi malah sibuk mendukung satu sama lain. Bahkan
Dahlan Iskan sempat menyanyikan sebait lagu bertajuk “Aku rela…” jika akhirnya
Jusuf Kalla maju sebagai calon presiden. Mahfud MD sendiri menyatakan belum
saatnya bagi dia untuk maju sebagai capres namun – dengan logat Madura yang
akhirnya keluar juga – tak membantah kenyataan yang terjadi bahwa telah banyak
partai yang “melamar”nya.
Jusuf Kalla sempat melontarkan
pernyataan yang agak sedikit melecehkan, menurut saya, ketika bicara soal orang
nomor satu di negeri ini. Bagaimana mau berlari jika yang didepan masih
berjalan. Walau akhirnya beliau sempat tersadar dan berusaha meralat ucapannya
dengan menyatakan bahwa apa yang dilakukannya selama masih menjabat wapres dulu
sudah didiskusikan dengan SBY dan apa yang dilakukannya mempunyai perintah
tertulis dari SBY sebagai dasar tindakannya. Hanya saja orang yang melihat
kalau kelihatannya wapres saat itu bergerak lebih cepat dari SBY.
Pernyataan Jusuf Kalla disambut
oleh lelucon tak lucu dari Dahlan Iskan, “Kenapa ban belakang mobil lebih cepat
aus dari ban depan? Karena ban belakang selalu berpikir bagaimana caranya
melewati ban depan dan nggak pernah kesampaian”. Nggak lucu!
Memang tak dapat dipungkiri kalau
pemerintahan SBY sangat banyak cacat dan celanya. Namun kadang orang lupa
melihat sisi baiknya. Kita sebagai rakyat bisa memilih presiden secara langsung
dalam suasana demokrasi yang “melebihi” Amerika. Rakyat Amerika saja tidak
memilih langsung presidennya kok! Coba lihat pemilihan presiden Amerika yang
lalu, berapa jumlah suara Obama dibanding Romney?
Apa yang dimiliki SBY yang tidak
terlihat pada ketiga tokoh itu? Menurut saya adalah wibawa. Gaya bicara
ketiganya, sikap bicara, dan tutur kata mereka menurut saya tidak bisa
dikatakan sebagai pemimpin. Wibawa ini menurut saya justru dimiliki oleh
Abraham Samad. Ketika Abraham Samad bicara, justru saya melihatnya sangat
berwibawa. Tidak cengangas-cengenges atau sambil tergelak-gelak ketika bicara
seperti yang diperlihatkan ketiga tokoh lainnya.
Saya pribadi juga ingin
pemerintahan SBY segera berakhir pada saatnya nanti, namun saya juga ingin ada
tokoh yang benar-benar baik yang bisa menggantikannya. Selama ini tokoh-tokoh
yang “nyapres” tadi adalah tokoh-tokoh yang dibesarkan oleh media. Berbuat
sedikit, langsung diekspos oleh media secara besar-besaran.
Hmm.. kembali ke soal bernyali
tadi, siapa diantara ke-empatnya yang layak disebut paling bernyali? Menurut
saya Abraham Samad yang paling pantas disebut pemimpin bernyali jika
dibandingkan diantara empat tokoh tersebut.
Kalau saja tokoh-tokohnya
diperluas dengan mengikutkan Jokowi, misalnya. Atau menambahkan Anis Baswedan. Atau
Ahok sekalian. Tambah lagi dengan Tri Rismaharini (walikota Surabaya), Fadel
Muhammad, dan masih banyak tokoh lainnya, pastilah saya akan kebingungan
memilihnya. Seberapakah nyali mereka dibanding dengan gebrakan Jokowi-Ahok atau
Fadel ketika masih memimpin di Gorontalo? Pemimpin
bernyali adalah pemimpin yang melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan dalam
posisinya saat itu secara benar, tidak peduli apakah itu nantinya akan diliput
oleh media ataupun tidak.
Ada sedikit kebanggaan di hati
saya ketika SBY bertemu Obama. Mereka bersanding podium dan berbicara. Saya membayangkan
kalau ketiga tokoh tadi (Dahlan, Mahfud, atau JK) yang ada di podium itu, kok
kayaknya nggak pas ya?
Yuk, cermati dengan baik latar
belakang calon pemimpin kita. Media harusnya netral, bisa membuka lebar-lebar
latar belakang si calon tanpa ada yang perlu ditutupi. Tapi kayaknya susah ya?
Wong, sebagian juga pemilik media (geleng-geleng).
Kekuatan bangsa ini saat ini ada
di kaum menengah. Sebagian besar kaum menengah bisa mengakses beragam
informasi. Terbiasa “melahap” media cetak dan media elektronik. Ayo tunjukkan
kalau kita (kaum menengah) nantinya bisa memilih pemimpin yang benar-benar
baik.